RSS

Arsip Penulis: Ayahanda Iwan Hermawan

Tentang Ayahanda Iwan Hermawan

Semoga Bermanfaat

KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan juga merupakan kualitas keadaan pikiran atau perasaan yang diisi dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan.

 
Komentar Dinonaktifkan pada KEBAHAGIAAN

Ditulis oleh pada 27 Desember 2018 in Artikel

 

GILA HORMAT

Gila hormat adalah salah satu sifat yang bisa menjadi penyakit. Sifat ini sering dianggap sepele padahal sebenarnya dapat menyebabkan orang di sekitar jengah. Selain itu, sifat ini juga bisa menghambat kemajuan seseorang.

1. Melihat seseorang dari pangkat atau kedudukannya.

Orang gila hormat biasanya melihat seseorang itu dari pangkat dan kedudukannya. Dia menganggap orang yang memiliki jabatan tinggi itu adalah orang penting yang harus diutamakan. Sedangkan orang yang tak punya jabatan apapun bisa diperlakukan seenaknya sendiri.

2. Berambisi mendapatkan pangkat karena ingin dianggap penting.

Orang yang gila hormat itu sangat berambisi untuk mendapatkan jabatan. Dia ingin dianggap penting sehingga dia berusaha sekuat tenaga menunjukkan bahwa dirinya itu harus dihargai.

3. Merasa bahwa semua junior itu harus memberi hormat kepada senior.

Dia merasa bahwa semua junior atau orang baru di lingkungannya itu harus memberi hormat pada senior. Tidak jarang orang gila hormat itu menunjukkan bahwa dirinya punya kekuasaan dan bersifat angkuh. Padahal sebenarnya dia itu bukan siapa-siapa.

4. Semua hal harus lewat dia supaya dianggap memiliki peranan penting.

Sifatnya yang gila hormat membuat orang ini mewajibkan dirinya sebagai perantara dalam berbagai hal. Selain ingin dianggap penting, dia juga ingin keberadaan dan kemampuannya diakui.

5. Semua omongannya harus didengerin kalau tidak nanti bakal baper.

Semua omongannya dia itu harus didengarkan, kalau tidak dia bakal tersinggung atau marah. Dia merasa bahwa apa yang dikatakannya itu hal penting dan semua orang wajib berterimakasih padanya.

6. Ingin dihormati tapi belum tentu mau menghormati orang lain.

Orang gila hormat itu selalu ingin dihormati, dia ingin semua orang terutama yang lebih muda darinya wajib respek padanya. Padahal dia sendiri juga belum tentu akan menghormati orang lain.

(Source:https://www.google.co.id/…/pinka-wi…/tanda-orang-gila-hormat)

 
Komentar Dinonaktifkan pada GILA HORMAT

Ditulis oleh pada 27 Desember 2018 in Artikel

 

HIDUPKU DAN HIDUPMU

Perjalanan hidup setiap orang tidaklah sama karena setiap orang mempunyai ujian dan masalahnya masing-masing.

 
Komentar Dinonaktifkan pada HIDUPKU DAN HIDUPMU

Ditulis oleh pada 27 Desember 2018 in Artikel

 

PEMIMPINKU DAN PEMIMPINMU

Masyarakat yang baik akan dipimpin oleh pemimpin yang baik.
Masyarakat yang buruk akan dipimpin oleh pemimpin yang buruk.

 
Komentar Dinonaktifkan pada PEMIMPINKU DAN PEMIMPINMU

Ditulis oleh pada 27 Desember 2018 in Artikel

 

JARGON PEMILU

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri

#edisinyanyi

🎼🎵🎶🎙🎤🎷🎸🎹🎺🎻

 
Komentar Dinonaktifkan pada JARGON PEMILU

Ditulis oleh pada 27 Desember 2018 in Artikel

 

APA YANG KAMU PIKIRKAN DAN RENCANAKAN?

Sebaik-baiknya Rencana Kita, Tetap Rencana Allah Sebagai Penentu Terbaik.
Libatkan Allah dalam setiap rencana kita.

 
Komentar Dinonaktifkan pada APA YANG KAMU PIKIRKAN DAN RENCANAKAN?

Ditulis oleh pada 27 Desember 2018 in Artikel

 

BENCANA … UJIAN ATAU AZAB?

Firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Ankabut:2-3
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.

Sebagian orang memandang berbagai musibah atau bencana yang menimpa manusia hanya dengan logika dan bersifat rasional. Misalnya terjadinya bencana alam berupa letusan gunung berapi, banjir, gempa bumi, Tsunami, kekeringan, kelaparan dan lain-lain, dianggap sebagai fenomena kejadian alam yang bisa dijelaskan secara rasional sebab-sebabnya. Sehingga, solusi-solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama yang bersifat transcendental yaitu pembangkangan umat manusia kepada Allah SWT, yang ditangan-Nya lah seluruh kebaikan dan kepada-Nya lah dikembalikan segala urusan.
Firman Allah dalam QS. Ath Thalaaq : 8
وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ عَتَتۡ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِۦ فَحَاسَبۡنَٰهَا حِسَابٗا شَدِيدٗا وَعَذَّبۡنَٰهَا عَذَابٗا نُّكۡرٗا
“Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.”

Kedua ayat diatas jelas mengatakan bahwa ujian dari Allah itu hanya untuk orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang membangkang pada perintah Allah merupakan azab. Ujian yang skalanya besar, atau biasa disebut azab, merupakan hisab (perhitungan) Allah yang keras, karena mendurhakai perintah Allah dan para rasul-Nya.
Oleh karena itu, kita jadi bertanya ketika kita mendapatkan musibah yang berat, apakah itu merupakan ujian pada kekokohan iman kita atau sebenarnya itu adalah Azab dari Allah?ُ

 
Komentar Dinonaktifkan pada BENCANA … UJIAN ATAU AZAB?

Ditulis oleh pada 27 Desember 2018 in Artikel