RSS

Etika Berdiskusi

14 Apr

1. LAPANG DADA MENERIMA KRITIK.

Ketahuilah! Bahwa penolakan terhadap kebenaran karena pembelaan terhadap diri adalah kesombongan. Nabi SAW bersabda.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya laki-laki menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya Allah itu bagus menyukai yang bagus, kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”[H.R. Muslim No. 131]

2. MEMILIH UCAPAN YANG TERBAIK.

Allah SWT berfirman:

… وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسۡنٗا … ٨٣

“Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” [Q.S. Al-Baqarah : 83]

3. MENGGUNAKAN CARA YANG BAIK UNTUK MENUJU SESUATU YANG BAIK.

Motif dalam berdiskusi hendaklah kebenaran, bukan untuk membela hawa nafsu yang sering memerintahkan pada kejelekan. Jika diskusi (tukar pikiran) sampai ketingkat adu mulut, maka tinggalkanlah dan sampaikanlah kepadanya sabda Nabi SAW.

“Kita adalah pemimpin di sebuah rumah di pelataran surga bagi orang yang meninggalkan adu mulut meskipun ia benar” [H.R. Abu Daud dari Abu Umamah al-Bahily].

Al-Hafizh Ibnu Abdil Bar menyebutkan dari Zakaria bin Yahya yang berkata : “Saya telah mendengar Al-Ashma’i berkata : “Abdullah bin Hasan berkata : Adu mulut akan merusak persahabatan yang lama, dan mencerai beraikan ikatan (persaudaraan) yang kuat, minimal (adu mulut) akan menjadikan mughalabah (keinginan untuk saling mengalahkan) dan mughalabah adalah sebab terkuat putusnya ikatan persaudaraan. [Mukhtasyar Jaami’ Bayan al-Ilmi wa Fadlihi hal. 278].

 
Komentar Dinonaktifkan pada Etika Berdiskusi

Ditulis oleh pada 14 April 2016 in Artikel

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: