RSS

BACALAH

19 Mar

bacalah

1.  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

2.  Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3.  Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

4.  Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

5.  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Lima ayat ini disepakati para ulama turun di Mekah sebelum Nabi Hijrah, dan semua ulama juga sepakat bahwa  wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Lima ayat pertama dari surat ini. Namanya yang populer pada masa sahabat adalah Surat Iqra’ bismi rabbika . Namanya yang tercantum dalam al-Qur’an adalah surat al-Alaq, ada juga yang menamainya surat Iqra.

Ayat pertama dari wahyu pertama ini, menganjurkan Rasulullah untuk membaca, memunculkan pertanyaan “apa yang harus dibaca?”. Ditinjau dari perspektif kebahasaan, jika satu ungkapan tidak disebutkan obyeknya, maka ia menunjukan umum mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut, seperti alam raya dan masyarakat. Dengan demikian, Tuhan menyuruh Nabi agar membaca ayat-ayat Tuhan yang tertulis (Qur’aniyah)  ataupun ayat-ayat Tuhan yang tercipta (Kauniyah). Tetapi yang paling penting dan menjadi titik tekan ayat tersebut adalah pembacaan tersebut haruslah dilandasi atas nama Tuhan. Sehingga dengan pembacaan itu menjadikannya sadar akan kefakiran diri di hadapan Allah.

Perintah membaca, menelaah, meneliti, menghimpun dan sebagainya dikaitkan dengan kata “bismi  Rabbika”. Keterkaitan ini merupakan syarat sehingga menuntut dari si pembaca bukan saja sekadar melakukan bacaan dengan atas nama Allah dan  ikhlas, tetapi juga antara lain memilih bahan bacaan yang tidak mengantarnya kepada hal-hal yang bertentangan dengan “nama Allah” itu.

Ayat yang ketiga, Allah mengulangi perintah membaca. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat  tentang tujuan pengulangan itu, ada yang menyatakan bahwa perintah pertama ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad saw, sedang yang kedua pada umatnya, atau yang pertama untuk membaca dalam shalat, sedang yang kedua di luar shalat. Pendapat ketiga menyatakan yang pertama perintah belajar, sedang yang kedua adalah perintah mengajar orang lain. Kemudian adalagi pendapat bahwa pengulangan kata Iqra’ berfungsi untuk memberikan semangat terhadap aktivitas membaca pengetahuan dan sebagai penegasan terhadap arti pentingnya membaca.

Dalam ayat tersebut ada dua cara yang ditempuh Allah SWT dalam mengajar manusia. Pertama melalui pena (tulisan) yang harus dibaca manusia, dan yang kedua melalui pengajaran secara langsung tanpa alat. Cara yang kedua ini dikenal dengan istilah Ilm Laduniy. Wahyu-wahyu Ilahi yang diterima oleh manusia-manusia agung yang siap dan suci jiwanya adalah tingkat tertinggi dari bentuk pengajaran-Nya tanpa alat dan tanpa usaha manusia. Nabi Muhammmad SAW dijanjikan oleh Allah dalam wahyu-Nya yang pertama untuk termasuk dalam kelompok tersebut.

 
Komentar Dinonaktifkan pada BACALAH

Ditulis oleh pada 19 Maret 2014 in Artikel

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: