RSS

SEKOLAH RAMADHAN

22 Jul

Kalau boleh kita umpamakan Ramadhan ini sebagai sebuah sekolah maka pelajaran apa yang akan kita peroleh dari bulan yang istimewa itu?

Sekolah Ramadhan ini berbeda dan memiliki kekhususan dalam banyak hal, antara lain :

 

  1. Setiap muslim wajib masuk sekolah ini tanpa dipungut biaya.
  2. Semua orang tahu aturan sekolah, bahkan anak kecil pun tahu, lonceng masuk sekolah berbunyi pada saat kita masuk ke waktu Subuh dan waktu sekolah usai pada malam hari. Semua orang tahu peraturan “sekolah”, seperti larangan makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Karena semua orang tahu, maka cobaan pun lebih mudah dihindari. Tidak ada orang yang menawari makan atau minum di siang hari. Bahkan waktu kerja pun seringkali dipersingkat. Kesempatan untuk beribadah diperbesar. Pokoknya, berbagai hal dipermudah.
  3. Di sekolah formal, kita dinilai atau diuji oleh seorang guru, maka di sekolah ini kita menilai diri sendiri. Ujiannya adalah antara kita dengan Allah SWT. Ketika kita melakukan puasa, tidak ada orang lain yang tahu apakah kita benar-benar melakukannya dengan baik kecuali diri sendiri. Tidak ada orang yang tahu kalau kita makan sambil sembunyi-sembunyi kemudian pura-pura masih berpuasa.

Oleh karena itu, ada beberapa pelajaran yang kita peroleh dari sekolah ini, yaitu :

  1. Kita belajar bahwa lapar dan dahaga itu tidak enak. Terbayang oleh kita saudara-saudara kita yang ditimpa musibah sehingga mereka tidak dapat makan dan minum senikmat kita. Seringkali kita menggunakan alasan lapar dan dahaga di bulan Ramadhan ini untuk tidak dapat bekerja dengan baik. Bayangkan apabila anda, anak anda, kerabat anda, anak buah anda lapar. Apakah mereka dapat bekerja, bersekolah, atau melakukan kegiatan dengan baik? Untuk itu marilah kita berusaha dan bekerja agar kita tidak lapar, agar keluarga kita tidak lapar. Dan bantulah kerabat dan tetangga agar mereka juga tidak lapar.
  2. Kita sebenarnya memiliki kemampuan pengendalian diri yang luar biasa. Ketika kita meniatkan untuk melakukan sesuatu, maka niat tersebut dapat terlaksanan. Bayangkan, kita melakukan puasa selama sebulan hanya karena niat! Kita tidak makan, minum, merokok, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa hanya karena sebuah niat! Kita tidak mencela orang, menjelek-jelekkan orang, menggosip, hanya karena sebuah niat! Ketika darah mendidih marah, maka kita menahan diri bersabar dan mengatakan: ‘maaf saya sedang berpuasa.’ Ternyata kita mampu menahan nafsu amarah hanya karena sebuah niat!
  3. Di akhir bulan Ramadhan ini kita membayar zakat. Zakat ini juga merupakan sebuah ujian kepatuhan kita. Apakah kita patuh kepada Allah ataukah kita lebih mementingkan uang? Takut miskin? Berapalah uang yang kita bayarkan untuk zakat? Untung (atau rugi?). Bayarlah zakat sehingga kita bisa tenang.

Meski sekolah Ramadhan ini mendapat perlakuan khusus, tapi mungkin masih juga terjadi  kegagalan. Banyak penyebab kegagalan ini. Jika kita gagal karena sakit atau halangan lain, itu bisa dimaklumi namun jika kita gagal melaksanakan tugas yang diwajibkan dalam bulan Ramadhan ini tanpa alasan yang kuat, maka kita harus berhati-hati sebab dengan segala kemudahan yang telah diberikan oleh Allah, kita masih gagal juga. Bayangkan syetan dibelenggu saja kita masih kalah. Apalagi jika syetan-syetan ini dilepas! Ajakan-ajakan dan godaan-godaan untuk melakukan maksiat akan lebih dahsyat lagi. Tentunya lebih sulit lagi melaksanakan perintah-perintah Allah. Kegagalan ini harus menjadi sebuah peringatan keras.

 
Komentar Dinonaktifkan pada SEKOLAH RAMADHAN

Ditulis oleh pada 22 Juli 2013 in Artikel

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: