RSS

JATAH

20 Jul

Urusan mengambil jatah memang bukan hanya milik para binatang yang berebut makan siang dan saling bunuh untuk kelangsungan hidup. Sejak dulu, makhluk yang bernama manusia pun meramaikan arena balap-membalap, salip-menyalip, dan tikung-menikung tersebut. Mengambil jatah di sini maksudnya adalah menarik paksa apa yang sudah menjadi milik orang lain atau sesuatu yang sebenarnya bukan diperuntukkan untuk diri kita.

Demi kepuasan, demi kesenangan pribadi, tak peduli apakah orang lain itu rela atau menderita. Tak jelas mengapa, padahal Ia telah “menjatah” rizqi tiap makhluk-Nya tanpa terlewati.

Mengambil jatah memang bukan urusan sepele. Caranya bisa mudah, bisa pula sukar perlu strategi. Kadang kala, untuk melakukannya tak perlu otak dengan IQ tinggi. Tinggal main rebut, ambil, dan nikmati. Seperti yang dilakukan para hewan di dunia binatang. Tapi manusia pun bisa jadi binatang, bila ia berlaku sesuka hati. Tak perlu pejabat, penguasa, atau petinggi. Tukang copet, tukang jambret, dan tukang todong selalu mengambil rizqi orang lain tanpa permisi.

Mengambil jatah tak pernah menjadi urusan sepele. Bahkan kini sebagian besar manusia telah paham dan maklum dengannya. Awalnya coba-coba, ketagihan karena enak, hingga terbiasa jadi aktivitas sehari-hari. Mulai dari urusan rumah tangga, kerjaan di kantor, sampai urusan negara. Mulai dari listrik curian, korupsi karyawan, sampai mengambil jatah kawan. Tak usah heran, bila yang enak makin enak, yang susah tambah payah.

Coba tanyakan pada diri sendiri, jatah siapa yang sudah kita ambil hari ini?

 
Komentar Dinonaktifkan pada JATAH

Ditulis oleh pada 20 Juli 2013 in Artikel

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: