RSS

MENJAGA MATA

18 Jul

Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.

Ketika seseorang memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang muncul dari dalam hati, maka dia memerlukan mata sebagai penuntunnya. Untuk melihat, mengamati, dan kemudian otak ikut bekerja untuk mengambil keputusan.

Bila seseorang memiliki niat untuk melakukan amal yang baik, maka mata menuntunnya kearah yang baik pula. Dan bila seseorang berniat melakukan suatu perbuatan yang tidak baik, maka mata akan menuntunnya kearah yang tidak baik pula.

Sebaliknya bisa pula terjadi, ketika mata melihat sesuatu yang menarik, lalu melahirkan niatan untuk memperoleh kenikmatan dari hal yang dilihatnya, maka hati akan mendorong mata untuk menjelajah lebih jauh lagi, agar dia memperoleh kepuasan dalam memandangnya. Sehingga Allah SWT memberikan kepada kita semua rambu-rambu yang sangat antisipatif, yaitu perintah untuk menundukkan pandangan: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Juli 2013 in Artikel

 

2 responses to “MENJAGA MATA

  1. Ayahanda Iwan Hermawan

    18 Juli 2013 at 3:49 pm

    hapunten nembe dibales, hate lir ibarat perasaan atawa insting, hampir sadaya makhluk hirup ngagaduhan, mung nu gaduh akal iwal ti manusa. manawi sakedik penjelasanna.

     
  2. MUSA

    18 Juli 2013 at 5:34 am

    Mata, Hati jeung Otak tilu hal nu kasebat dina ieu tulisan mibanda fungsi nu beda-beda tapi bisa sinergis tur harmonis. Neda penjelasan sakedik ngeunaan hate jeung otak. Mun sacara biologi mah otak teh prosessor sedeng hate gaduh fungsi nganetralisir racun. Kumaha tah Ang? Ngeunaan hate… masih bingung sim uing teh? Mugia kersa ngajentrekeun. Nuhun. Wilujeng shaum.

     
 
%d blogger menyukai ini: