RSS

KETAPEL

14 Jul

Selagi menemani kakeknya di kebun, budi menemukan sebuah katapel. Kemudian benda itu dia gunakan untuk bermain-main dan berlatih menggunakannya, tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran.

Pada waktu pulang, dilihatnya anak ayam peliharaan neneknya. Kemudian dibidiknya anak ayam itu.

Pletok … batu mengenai sasaran, dalam sekejap anak ayam itu mati. Dia terperanjat dan panik, akhirnya buru-buru disembunyikanlah bangkainya dibawah tumpukan kayu bakar. Ima yang sedang berada di dapur menyaksikan perbuatan adiknya itu dan Budi pun tahu kalau kakaknya sedang memperhatikan.

Setelah makan, nenek menyuruh Ima untuk belajar mencuci piring, Tetapi Ima mengatakan pada neneknya bahwa yang mau mencuci piring adalah Budi.

“Betul kan Budi?” Kata Ima, sambil membisikan sesuatu di telinga Budi “Ingat! Ayam”

Akhirnya dengan terpaksa Budi mencuci piring.

Esok paginya kakek mengajak mereka untuk memancing ikan di kolam, namun nenek melarang Ima untuk ikut, sebab ia diminta untuk membantu menyiapkan makanan.

Dengan tenang Ima berkata, “Tenang Nek, Budi yang siap membantu Nenek!, bukan begitu Budi?” Kata Ima, sambil membisikan sesuatu di telinga Budi “Ingat! Ayam”

Hari-hari berlalu, hingga membuat Budi merasa kesal karena telah diperbudak oleh kakaknya. Akhirnya dia menemui neneknya dan mengaku telah membunuh anak ayam milik neneknya.

Nenek merangkulnya, dan berkata, “Sayangku, nenek sudah tahu semuanya, karena pada saat itu, nenek melihat perbuatanmu, tapi karena nenek mencintaimu maka nenek memaafkanmu. Hanya nenek heran, kenapa engkau bertahan begitu lama untuk mengakuinya hingga engkau membiarkan Ima memanfaatkanmu.”

(Allah mencintaimu dan akan mengampunimu bila engkau memintanya, hingga tidak akan mengingat-ingat lagi dosamu. Hanya Dia heran melihatmu, berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu dan memperalatmu).

 
Komentar Dinonaktifkan pada KETAPEL

Ditulis oleh pada 14 Juli 2013 in Artikel

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: