RSS

BALAS DENGAN KEBAIKAN

12 Jul

Di pojokan pasar itulah, pengemis buta itu biasa mangkal, Jika ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Oleh karena itu, jarang sekali ada orang yang mau mendekatinya.

 

Namun demikian, setiap pagi ada seseorang yang datang mengunjungi dan menyuapinya hingga pengemis itu tidak lagi merasa lapar. Setiap orang tersebut menyuapinya, pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.a. Sepeninggal Rasulullah SAW wafat. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”.

Aisyah r.a menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”.

“Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a.

“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke pojokan pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.a.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”.

Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan!, engkau bukan orang yang biasa menyuapiku”, jawab si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, “benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

 
Komentar Dinonaktifkan pada BALAS DENGAN KEBAIKAN

Ditulis oleh pada 12 Juli 2013 in Artikel

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: