RSS

Penetapan Awal Ramadhan

04 Jul

Beberapa hari lagi kita akan masuk pada bulan yang penuh dengan keberkahan, yaitu bulan Ramadhan tahun 1434 H. Dan kita yakin betul akan ungkapan Rasulullah SAW tentang betapa tak ternilainya kandungan yang ada pada bulan Ramadhan.

لَوْ تَعْلَمُوا  أُمَّتِي مَا فِى رَمَضَانَ لَتَمَنَّوْا أَنْ تَكُوْنَ السَّـنَةُ كُلَّهَا رَمَضَانَ

“Seandainya umatku mengetahui keutamaan yang ada pada bulan Ramadhan ini bulan yang penuh dengan barakah Allah SWT, maka tentu mereka berharap agar setiap bulan dalam setahun dijadikan bulan Ramadhan.”

Biasanya, pada saat-saat seperti ini muncul beberapa perbedaan dalam menentukan awal ramadhan, namun perlu kita ketahui bersama, bahwa menentukan awal Ramadhan sudah menjadi agenda tahunan para ulama di negeri ini, agar ummat Islam bisa melaksanakan puasa pada waktunya.

Ada dua cara umum yang biasa dilakukan dalam menentukan awal Ramadhan, yaitu cara Hisab dan cara Rukyat.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan. Sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati bulan dengan kasat mata atau menggunakan alat setelah terjadinya ijtimak (konjungsi)..

Oleh karena itu pemerintah kita mengakomodir dua cara tersebut dengan membentuk sebuah lembaga yang disebut dengan Badan Hisab dan Rukyat, yang tugasnya menentukan awal Ramadhan dengan cara menghitung dan melihat dengan peralatan yang memadai.

Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita bisa melaksanakan ibadah puasa, mengisi kegiatan ibadah yang banyak pada bulan yang penuh keberkahan tersebut.

Biarkan saja perbedaan itu terjadi, sambil berharap bahwa perbedaan itu menjadi rahmat dan bukan menjadi madharat. Jangan perbesar renggang perbedaan, tapi rapatkan barisan dalam sebuah persamaan.

Dengan motivasi bulan penuh barokah ini, mari kita berbuat sesuatu untuk diri kita, untuk keluarga kita dan untuk masyarakat dan Negara.  Pada setiap alur waktu yang kita lalui di bulan ramadhan nanti, kita akan banyak menghabiskannya dengan bersama-sama. Di lingkungan keluarga, kita bisa makan secara bersama-sama. Sahur dan buka bisa bersama-sama. Di lingkungan masyarakat, kita bisa taraweh bersama. Jama’ah subuh bersama dan bahkan bisa mendengarkan ceramah bersama-sama. Karena itu rasa kebersamaan ini, mari kita kembangkan dan budayakan dari sekarang. Berbuat dan berkarya dengan sebaik-baiknya bukan saja merupakan tuntutan hidup manusia, tetapi juga sebagai kewajiban agama yang harus dilaksanakan, sebagaimana firman Allah :

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

…Allah menginginkan untuk kalian kemudahan dan tidak menginginkan bagi kalian kesusahan …”

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, sholat dan puasa kita, Tasbih dan tahlil kita. Bacaan dan tadabur kita. Mudah-mudahan segala amal ibadah , yang menjadi bukti syukur kita diterima Allah SWT. Amiin.

 
Komentar Dinonaktifkan pada Penetapan Awal Ramadhan

Ditulis oleh pada 4 Juli 2013 in Artikel

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: