RSS

TERPAKSA DISIPLIN

13 Jan

Dalam kehidupan ini, kadangkala kita berharap pada sesuatu yang IDEAL (ideal menurut negara, bangsa, agama maupun pribadi). Dan untuk mencapai sesuatu yang ideal, perlu sebuah kedisiplinan. Dengan disiplin itulah orang menjadi peka terhadap segala keadaan yang terjadi.

Disiplin yang ideal adalah yang muncul dari dirinya sendiri dan bukan paksaan orang lain. Model disiplin seperti ini agak susah dilakukan, karena prosesnya cukup panjang, diantaranya harus melalui proses pengembangan ilmu pengetahuan yang cukup luas.

Selain itu ada Disiplin yang terpaksa atau dipaksa. Ada beberapa contoh yang mungkin pernah luput dari pengamatan kita, antara lain :

1) Seorang murid yang dianggap tidak disiplin disekolahnya selalu mendapatkan sangsi dari ketidak-disiplinannya. Maka supaya tidak mendapatkan sangsi dan dianggap sebagai siswa yang disiplin, murid tersebut melakukan pelanggaran secara sembunyi-sembunyi.

2) Guru yang menyuruh muridnya untuk disiplin sementara dia sendiri tidak melakukan kedisiplinan seperti yang disampaikannya.

3) Para pengguna jalan raya yang ketika ada petugas, semuanya tertib dan disiplin, tapi ketika petugas itu istirahat di Pos nya, maka ketidak-disiplinan terjadi lagi.

4) Para pedagang kaki lima, ketika ada operasi dari SATPOL-PP trotoar bersih dan lengang, tapi ketika petugas lewat, semua kembali.

5) Penegak hukum yang menindak pelaku indisipliner dengan tindakan indisipliner.

Banyak lagi ketidak-disiplinan di sekitar kita, dan semuanya seolah sudah menjadi biasa dan bukan lagi sebuah pelanggaran.

Oleh karena itu dua kedisiplinan yang berbeda itu harus menjadi perhatian bagi mereka yang akan membuat sebuah aturan tentang kedisiplinan, antara lain :

  1. Menyampaikan informasi berupa ilmu pengetahuan secara luas dan terus menerus;
  2. Melakukan pengawasan dan tindakan secara terus menerus, agar pelaku ketidak- disiplinan itu bosan melakukannya dan bukan sebaliknya.

Akhirnya pertanyaan yang muncul pada diri kita BISAKAH KITA DISIPLIN?

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2013 in Artikel

 

3 responses to “TERPAKSA DISIPLIN

  1. Mochammad

    13 Januari 2013 at 10:35 pm

    sama-sama, mas..🙂

     
  2. Ayahanda Iwan Hermawan

    13 Januari 2013 at 10:33 pm

    betul pak, disiplin itu membuat nyaman dan aman minimal untuk diri sendiri. terima kasih sudah berkunjung!

     
  3. Mochammad

    13 Januari 2013 at 10:26 pm

    Cara ampuh untuk menanamkan kedisiplinan adalah contoh perbuatan disiplin.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

     
 
%d blogger menyukai ini: